Download : DTP 06 Mei 2024.pdf
  • IHSG Trend Bullish Pontensi Resistence kisaran :   6.950-7.700. Berdasarkan pivot  IHSG  : Support II : 7.060   Support I  : 7.095  sedangkan Resistence I : 7.170  dan Resistence II: 7.205;
  • Kalender Emiten : RUPS : INDY, KDTN, RELF; Public Expose : RELF, KDTN; Cum CashDeviden: AMAG Rp30/saham, CMRY Rp90/saham DRMA Rp36,4/saham MLPT Rp107/saham, TLDN Rp12,21/saham Ex CashDeviden: CBUT Rp9,23/saham, HRTA Rp15/saham, KEJU Rp53/saham, MKTR Rp1/saham, UNTR Rp1.569/saham; Rec Deviden : AALI, ASGR ASRM, HMSP Rp69,3/saham, MPXL, SCNP; End Trading Right Issue: SDRA rasio setiap 2.142.058.591 dapat Rights 1.600.000.000 dengan harga Rp500/saham;  FREN rasio setiap 178 dapat Rights 75 dengan harga Rp50/saham; End Trading Warrant : JATI-W
  • Mata uang rupiah dan euro berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan valas di pasar spot kemarin. Penguatan ini terjadi setelah Bank Sentral AS, The Fed, menahan suku bunga Fed Funds Rate tetap 5,25-5,50% pada pertemuan Rabu (1/5) waktu setempat, atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Di sisi lain, meski tingkat inflasi belum sesuai harapan (2%), Powell mengatakan tidak ada kenaikan suku bunga pada FOMC Juni mendatang. Sementara, rilis data pekerjaan JOLTS periode Maret menunjukkan jumlah pekerjaan baru turun ke 325 ribu, level terendah sejak Februari 2021. Data ini secara mengejutkan jauh di bawah estimasi dan menunjukan kontraksi pada aktivitas manufaktur.
  • Apresiasi rupiah setelah dollar AS mengalami depresiasi. Sinyal pengetatat kebijakan moneter kembali menguat setelah The Fed mempertahankan suku bunga level 5,25%-5,50%. Disinyalir hot money berpindah ke pasar modal maupun meninggalkan instrument safe heaven seperti emas, dollar AS maupun pelemahan yield obligasi AS dimulai tenor panjang maupun tenor pendek. Investor local optimism dengan kinerja saham yang ada di Indonesia setelah rupiah kembali menguat. Sinyal positif tersebut mendorong IHSG dikawasan positif hingga penutupan perdagangan akhir pekan kemarin sebesar 17,29 poin menuju 7.134. Disisi lain investor asing masih mengakumulasi aksi jual bersih senilai Rp860 miliar. Pada perdagangan hari ini hargas spot yang mengalami lonjakan dimulai dari nickel, timah, tembaga, maupun natural emas. Sinyal positif tersebut salah satu angina segar sektor pertambangan, basic industrial maupun basic material. Selain itu investor pun menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia K1-2024 yang diperkirakan sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan latar belakang tersebut IHSG peluang melanjukan kenaikan dengan kisaran 7.095-7.170
  • Pilihan saham harian ini : BBRI, RAJA, PGAS, INCO, BBNI, BRIS, TINS, GOTO, TLKM, ANTM, ISAT, EXCL, SMGR.

 

Rekomendasi Kompas 100

Berdasarkan Trading Harian

BBRI Closed Price : 4.750

Buy Kisaran : 4.730-4.750

Stoplose : 4.570

Target Sell 1 : 5.000

Target Sell 2 : 5.200

 

PGAS Closed Price: 1.515

Buy Kisaran : 1.500-1.510

Stoplose : 1.450

Target Sell 1 : 1.600

Target Sell 2 : 1.650

 

BBNI Closed Price: 4.830

Buy Kisaran : 4.800-4.820

Stoplose : 4.640

Target Sell 1 : 5.100

Target Sell 2 : 5.300

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

RAJA Closed Price : 1.330

Buy Kisaran : 1.300-1.320

Stoplose : 1.270

Target Sell 1 : 1.400

Target Sell 2 : 1.450

 

INCO Closed Price: 4.070

Buy Kisaran : 4.000-4.050

Stoplose : 3.900

Target Sell 1 : 4.280

Target Sell 2 : 4.440

 

BRIS Closed Price: 2.630

Buy Kisaran : 2.600-2.620

Stoplose : 2.530

Target Sell 1 : 2.760

Target Sell 2 : 2.870

 

DISCLAIMER ON

DISCLAIMER

 

The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.

top