DTP PT Anugerah Sekuritas Indonesia 20 Mei 2026
Download : DTP 20 Mei 2026.pdf
- utlook Market Today
- Sudut teknikal IHSG antara lain: IHSG Trend bearish Pontensi Support kisaran : 6.250-6.800; gap bawah : kisaran 6.000-6.100. Berdasarkan pivot IHSG : Support II : 6.130 Support I : 6.250 sedangkan Resistence I : 6.560 dan Resistence II: 6.750
- Kalender Emiten hari ini 20 Mei 2026: RUPS : AGRO, AHAP, ASRM, BBSI, BFIN, BMAS, CPIN, CSRA, DNAR, EPMT, EXCL, GEMA, INDY, JATI, JASMR, KAQI, LFLO, MASB, MBAP, MTPS, NELY; Public Expose : BBSI, BMAS, CSRA, DNAR, EXCL, LFLO, MBAP, NELY; Cum Date Deviden : CDIA Rp5,563434/saham, PANR Rp30/saham PBID Rp53/saham, PDES Rp1/saham, PWOR Rp49,5272/saham, PSSI Rp5/saham Ex Date Deviden : ARCI, BAYU, KUAS, LTLS, MARK, RATU; Rec Date Deviden : BJTM, SHIP, TOTL, YUP; Dist Date Cash Deviden : GOOD; Emiten Suspend: SHIP; Emiten UMA : PACK, TPIA, SGRO, CUAN;
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara ihwal rumor bahwa pemerintah berencana mengatur ekspor komoditas mineral dan batu bara (minerba) satu pintu melalui badan khusus yang dibentuk negara. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengklaim kementeriannya tidak mengetahui ihwal rencana tersebut. Sebelumnya, beredar kabar di antara pelaku pasar ihwal rencana pemerintah untuk mengatur ekspor komoditas lewat satu badan khusus baru bentukan negara. (Sumber:bloombergtechnoz.com)
- IHSG kembali ditutup jatuh cukup tajam capai 228,56 poin menuju 6.370 seiring aksi profit taking. Pelaku pasar saham tertekan setelah dikabarkan bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas batu bara, CPO hingga mineral logam melalui satu badan khusus. Selain itu pasar juga mengantisipasi hasil RDG Bank Indonesia besok Rabu (20/5), di mana menurut konsensus, Bank Indonesia diproyeksikan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5%. Sedangkan sentiment negative dari eksternal dimulai lonjakan yield obligasi yang cetak rekor baru sehingga semakin turun. Lonjakan yield obligasi tersebut juga pengaruh dengan surat utang negara lain termasuk surat utang Indonesia maupun depresiasi dollar AS yang membuat mata uang juga terdepresiasi juga dengan mata uang lainnya. Gonjangan Sistema instrument mata uang yang mendorong yield obligasi. Sedangkan dari rumor dimana pemerintah tengah mengkaji suatu badan ekspor tunggal khusus komoditas di Indonesia tujuannya untuk mengatur kontrek transaksi jual beli sumber alam dimulai dari hasil tambang, mineral, maupun CPO. Sinyal negative tersebut menekan saham-saham basic industrial, basic material, maupun perkebunan. Rumor tersebut menekan mayoritas saham akibatnya IHSG kembali terjungkal 228 poin. IHSG pada perdagangan hari ini potensi melanjutkan kejatuhan dengan kisaran 6.130-6.250
- Rekomendasi saham-saham hari ini AMRT, CPIN, BBNI, TLKM, EMTK, BBTN, PNLF, SMIL, MYOR, BRIS, HEAL, FILM.