Download : DTP 26 September 2022.pdf
  • Berdasarkan pivot  IHSG  maka Support II : 7.100  Support I  : 7.135 sedangkan Resistence I : 7.210  dan Resistence II: 7.230;
  • Aksi Korporasi Emiten : PublicExpose : APII, ARKO, CNTB, CNTX, PJAA; Publick Expose : ASII,CARS,CNTX; Ex Dividen : BSSR Rp567,13/saham , MBAP Rp1030/saham ; List Supend : ARMY, BUVA, COWL, DUCK, ELTY, ENVY, FORZ, GOLL, GTBO, HOTL, HOME, JSKY, KBRI, KPAL, KPAS, KRAH, LCGP, LMAS, MABA, MAGP, MAMI, MDIA, MTRA, MYRX, NIPS, NUSA, PLAS, PURE, RIMO, RONY, SIMA, SKYB, SUGI, TDPM, TRIL, UNIT, VIVA, BTEL, WOWS, POOL; UMA : KONI, CARS
  • Sebagian besar harga-harga spot komoditas mengalami kejatuhan seperti batubara,nickel,timah,minyak mentah maupun gas alam. Kejatuhan seiring The Fed pekan kemarin kembali menaikkan suku bunga 75bps  menjadi 3,25%. Setelah The Fed menaikkan suku bunga, dimana ketua The Fed pun berikan sinyal untuk kembali naikkan suku bunga hingga akhir tahun ini level 4,00%. Sinyal pengetatat kebijakan moneter tersebut diikuti oleh Bank Indonesia kemarin yang menaikkan suku bunga capai 50bps menuju 4,25%. Sebelumnya Bank Sentral Uni Eropa pun telah menaikkan sebelum The Fed naik. Pengetatat moneter negara maju akan diikuti dengan negara berkembang. Kenaikan suku bunga diharapkan bisa menekan inflasi akibat harga-harga spot komoditas bisa turun di kelevel dimulai kabar invansi Russia ke Ukraina. Sejak invansi Russi ke Ukraina berdampak lonjakan inflasi negara global.  Kenaikan tersebut berdampak penguatan yield obligasi AS tenor 10 tahun kembali rally hingga akhir pekan di posisi 3,69. Sinyal pengetatan liquiditas pasar saham maupun utang memicu rally mata uang dollar AS, dimana diatas level psikologis Rp15.000/USD. Sinyal rally apresiasi dollar AS membuat mata uang Rupiah sulit dibawah level psikologis. Sejalan tersebut capital outflow pun mengalir dari bursa Indonesia, dimana sinyal hot money kembali di Bank Sentral AS.
  • IHSG pada perdagangan akhir pekan ditutup melemah sebesar 40,32 poin menuju 7.178 yang diikuti dengan aksi profit taking investor asing dengan bukukan penjualan bersih senilai Rp768 miliar. Pada pedagangan awal pekan ini harga spot komoditas mayoritas mengalami keguguran atau koreksi. Sinyal negatif pun dari bursa eskternal pun menambah jalur negatif. Ditengah-tengah pelemahan diharapkan saham-saham konsumsi masyarakat dimulai sektor penjualan pakaian, semen dan sektor telekomunikasi. Dengan mempertimbangkan tersebut IHSG akan bergerak negatif kisaran 7.100-7.210
  • Trading BOW : INTP,SMGR,SMBR,MAPI,TLKM,ISAT,EXCL,WIKA,WSKT,PTPP

 

Rekomendasi Saham

Berdasarkan teknikal Harian

INTP Closed  Price : 10.125

Buy Kisaran  : 9.975-10.000

Support : 9.800

Target Jual 1 : 10.500

Target Jual 2 : 10.900

                            

SMGR Closed  Price: 1.835

Buy Kisaran  : 1.790-1.805

Support : 1.780

Target Jual 1 : 1.900

Target Jual 2 : 1.950

 

SMBR Closed  Price: 555

Buy Kisaran  : 540-550

Support : 520

Target Jual 1 : 580

Target Jual 2 : 600

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

 

WIKA  Closed  Price: 1.015

Buy Kisaran  : 990-1.000

Support : 950

Target Jual 1 : 1.050

Target Jual 2 : 1.100

 

TLKM Closed  Price: 4.380

Buy Kisaran  : 4.320-4.350

Support : 4.300

Target Jual 1 : 4.460

Target Jual 2 : 4.580

               

BRPT Closed  Price: 835

Buy Kisaran  : 815-825

Support : 800

Target Jual 1 : 850

Target Jual 2 : 870

 

DISCLAIMER ON

top