Download : DTP 16 September 2022.pdf
  • Berdasarkan pivot  IHSG  maka Support II : 7.180  Support I  : 7.230 sedangkan Resistence I : 7.320  dan Resistence II: 7.360;
  • Aksi Korporasi Emiten : RUPS : SULI, MRAT, TRJA; Rec Date CashDeviden : EMTK Rp5/saham; List Supend : ARMY, BUVA, COWL, DUCK, ELTY, ENVY, FORZ, GOLL, GTBO, HOTL, HOME, JSKY, KBRI, KPAL, KPAS, KRAH, LCGP, LMAS, MABA, MAGP, MAMI, MDIA, MTRA, MYRX, NIPS, NUSA, PLAS, PURE, RIMO, RONY, SIMA, SKYB, SUGI, TDPM, TRIL, UNIT, VIVA, BTEL, WOWS, POOL; UMA : KONI, CARS
  • News Emiten : BEI mengadakan Public Expose Live 2022 hari ini dijadwalkan emiten yang Public Expose antara lain TRJA, ANTM, SMGR, SIDO, ASRI, TLKM, DEPO, SGRO, GGRM
  • Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada bulan Agustus 2022. Badan Pusat Statisik (BPS) mencatat, keuntungan neraca perdagangan barang pada bulan laporan sebesar US$ 5,76 miliar. Surplus neraca perdagangan pada bulan Agustus 2022 ini, mengantarkan Indonesia untuk mencetak surplus selama 28 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Selain itu, surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca komoditas non minyak dan gas (non migas). Tercatat, neraca komoditas non migas surplus US$ 7,74 miliar, yang ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral (HS 27), besi dan baja (HS 72), lemak dan minyak hewan/nabati (HS15).
  • IHSG pada perdagangan kemarin telah cetak rekor tertinggi level 7.377 yang akhirnya ditutup 7.305 atau menguat sebesar 27,52 poin. Lonjakan bursa Indonesia ditopang dari sektor property, banking, and finance mendorong IHSG ditutup menguat. Tak terduka aksi jual bersih investor yang bukukan penjualan senilai Rp3,97 triliun. Harga spot komoditas hari ini mengalami kejatuhan cukup tajam dimulai dari nickel, timah, tembag, minyak mentah, emas dan CPO. Koreksi harga spot komoditas setelah kabar Uni Eropa rencana mencabut sanksi ke Russia. Dampak negatif dari sanksi Russia memicu spekulasi di pasar komoditas akibatnya lonjakan harga bahan mentah lonjak. Selain itu harga emas pun sudah memngalami pengurana cukup tajam sejak The Fed menaikkan suku bunga hingga bulan ini pun potensi kembali naik lagi. Dengan peluang sanksi Russia dicabut diharapkan inflasi global kembali turun dan harga spot komoditas kembali stabil. . Selain itu instrumen currency pun talah trend bearish hingga semalam ikutan berguguran . Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG pelaung tertekan mengekor dengan bursa eksternal dan faktor kejatuhan harga spot komoditas yang berguguran. Sektor pertambangan telah indikasi jenuh beli, rawan dengan profit taking. Dengan faktor tersebut IHSG peluang bergerak gerak kawasan negatif kisaran 7.180-7.320
  • Trading BOW : JPFA,CPIN,UNVR,INDF,BRPT,BFIN,HMSP,EXCL,INTP,SMGR.

 

Rekomendasi Saham

Berdasarkan teknikal Harian

CPIN Closed  Price : 5.550

Buy Kisaran  : 5.400-5.450

Support : 5.300

Target Jual 1 : 5.700

Target Jual 2 : 5.900

                            

JPFA Closed  Price: 1.485

Buy Kisaran  : 1.460-1.475

Support : 1.450

Target Jual 1 : 1.520

Target Jual 2 : 1.550

 

UNVR Closed  Price: 4.600

Buy Kisaran  : 4.400-4.500

Support : 4.300

Target Jual 1 : 4.800

Target Jual 2 : 4.900

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

 

BRPT Closed  Price: 825

Buy Kisaran  : 805-810

Support : 800

Target Jual 1 : 830

Target Jual 2 : 850

 

BFIN Closed  Price: 1.125

Buy Kisaran  : 1.090-1.100

Support : 1.050

Target Jual 1 : 1.190

Target Jual 2 : 1.220

               

HMSP Closed  Price: 895

Buy Kisaran  : 875-880

Support : 860

Target Jual 1 : 910

Target Jual 2 : 930

 

DISCLAIMER ON

DISCLAIMER

 

The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.

top