Download : DTP 29 August 2022.pdf
- Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 7.050 Support I : 7.100 sedangkan Resistence I : 7.175 dan Resistence II: 7.210;
- Aksi Korporasi Emiten : RUPS : RALS; Ex Date CashDeviden : ISAT, XBNI; Cum Date Rights Issue : BSWD;
- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah pertumbuhan ekonomi domestik yang semakin kuat.Perekonomian global berisiko tumbuh lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, disertai dengan peningkatan risiko stagflasi dan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan. Pertumbuhan ekonomi berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, berisiko lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, disertai dengan meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara dan bahkan resesi di sejumlah negara maju sebagai dampak dari pengetatan kebijakan moneter yang agresif.
- Sinyal ekonomi resesi ekonomi maju maupun invasi Russia terhadap Ukraina pun menjadi sentimen negatif ke pasar modal global. Selain itu pelaku pasar pun menunggu Pemerintah Indonesia rencana mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka waktu dekat. Hingga penutupan akhir pekan Pemerintah pun belum juga mengumumkan besaran harga BBM. IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup anjlok capai 38,96 poin menuju 7.135. Koreksi bursa Indonesia dibebani dengan sektor techonogis, industrial, basic industrial. Kejatuhan bursa Indonesia tidak diikuti dengan aksi beli investor asing bukukan pembelian bersih senilai Rp164 miliar. Sinyal negatif dari rencana naiknya suku bunga The Fed memicu harga emas kembali melanjutkan trend kejatuhan, namun berbeda dengan komoditas energy mengalami kenaikan dimulai dari harga spot minyak mentah, batubara, nickel, timah, dan gas alam. Selain itu harga telor ayam masih bergerak dikawasan Rp30K-33K/Kg, hal ini mengindikasi sinyal inflasi Indonesia naik. Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG potensi mengekor dengan bursa eksternal. Dengan mempertimbangkan tersebut IHSG peluang tertekan dengan kisaran 7.050-7.175. Diharapkan bursa Indonesia bisa anomali dengan bursa eksternal.
- Trading BOW :ISAT,EXCL ,PGAS,AKRA,MEDC, AMRT,ELSA,INDY,JPFA,CPIN,WMUU,PTBA,ADRO
- Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 7.050 Support I : 7.100 sedangkan Resistence I : 7.175 dan Resistence II: 7.210;
- Aksi Korporasi Emiten : RUPS : RALS; Ex Date CashDeviden : ISAT, XBNI; Cum Date Rights Issue : BSWD;
- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah pertumbuhan ekonomi domestik yang semakin kuat.Perekonomian global berisiko tumbuh lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, disertai dengan peningkatan risiko stagflasi dan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan. Pertumbuhan ekonomi berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, berisiko lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, disertai dengan meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara dan bahkan resesi di sejumlah negara maju sebagai dampak dari pengetatan kebijakan moneter yang agresif.
- Sinyal ekonomi resesi ekonomi maju maupun invasi Russia terhadap Ukraina pun menjadi sentimen negatif ke pasar modal global. Selain itu pelaku pasar pun menunggu Pemerintah Indonesia rencana mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka waktu dekat. Hingga penutupan akhir pekan Pemerintah pun belum juga mengumumkan besaran harga BBM. IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup anjlok capai 38,96 poin menuju 7.135. Koreksi bursa Indonesia dibebani dengan sektor techonogis, industrial, basic industrial. Kejatuhan bursa Indonesia tidak diikuti dengan aksi beli investor asing bukukan pembelian bersih senilai Rp164 miliar. Sinyal negatif dari rencana naiknya suku bunga The Fed memicu harga emas kembali melanjutkan trend kejatuhan, namun berbeda dengan komoditas energy mengalami kenaikan dimulai dari harga spot minyak mentah, batubara, nickel, timah, dan gas alam. Selain itu harga telor ayam masih bergerak dikawasan Rp30K-33K/Kg, hal ini mengindikasi sinyal inflasi Indonesia naik. Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG potensi mengekor dengan bursa eksternal. Dengan mempertimbangkan tersebut IHSG peluang tertekan dengan kisaran 7.050-7.175. Diharapkan bursa Indonesia bisa anomali dengan bursa eksternal.
- Trading BOW :ISAT,EXCL ,PGAS,AKRA,MEDC, AMRT,ELSA,INDY,JPFA,CPIN,WMUU,PTBA,ADRO
|
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian PTBA Closed Price : 4.360 Buy Kisaran : 4.300-4.320 Support : 4.260 Target Jual 1 : 4.430 Target Jual 2 : 4.500
ADRO Closed Price: 3.410 Buy Kisaran : 3.330-3.370 Support : 3.300 Target Jual 1 : 3.500 Target Jual 2 : 3.600
ADMR Closed Price: 1.660 Buy Kisaran : 1.610-1.650 Support : 1.600 Target Jual 1 : 1.700 Target Jual 2 : 1.750
DISCLAIMER ON |
AMRT Closed Price: 2.020 Buy Kisaran : 1.940-2.000 Support : 1.900 Target Jual 1 : 2.080 Target Jual 2 : 2.130
INDY Closed Price: 2.870 Buy Kisaran : 2.830-2.850 Support : 2.800 Target Jual 1 : 2.940 Target Jual 2 : 3.000
ELSA Closed Price: 322 Buy Kisaran : 318-320 Support : 314 Target Jual 1 : 330 Target Jual 2 : 340
DISCLAIMER ON |
DISCLAIMER
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.