Download : DTP 09 May 2022.pdf
- Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 7.170 Support I : 7.200 sedangkan Resistence I : 7.265 dan Resistence II: 7.295;
- Aksi Korporasi Emiten : RUPS : BWPT, MASB, MGNA, PNGO, SFAN Publick Expose : MASB, MGNA Rec Cash Dividen : WEGE, Ex Dividen : DSNG, JAYA,ASII Cum Dividen : BTPS, DRMA, IFSH, SRTG
- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mengatkan realisasi investasi Indonesia meningkat pada kuartal I-2022 ini hingga tembus rekor. Beberapa sektor industri masih menjadi yang menjadi tujuan utama. Realisasi investasi pada kuartal I-2022 mencapai Rp 282,4 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy) ada pertumbuhan 28,5% dan qtq 16,9%. Dimana industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi sektor investasi terbesar pada kuartal I 2022. Sepanjang kuartal I ini dia mengatakan realisasi investasi pada sektor itu sudah mencapai Rp 16,9 triliun. supaya bisa menggantikan produk impor dengan dalam negeri dan membantu neraca dagang Indonesia.
- Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan sejumlah saham masuk ke dalam konstituen baru indeks Bisnis-27. Analis pun percaya perubahan tersebut akan lebih mengikuti sentimen positif yang ada karena mengikuti perkembangan situasi global saat ini. Sejumlah saham yang masuk daftar Indeks Bisnis-27 ialah PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF). Selanjutnya, PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
- Hari pertama bursa Indonesia kembali dibuka, pasca dalam sepekan kemarin ditutup seiring hari libur yang memperingati Idul Fitri maupun cuti bersama. Sepanjang pekan kemarin, pergerakan bursa ekternal relatif fluktuktif. Pelaku pasar tengah merespon hasil keputusan Dewan Gubernur Bank Sentral AS yang menaikkan suku bunga sebesar 50bps menjadi dilevel 1,00%. Dengan sinyal kenaikan suku bunga The Fed potensi memberatkan kinerja bursa eksternal khususnya bursa AS. Kenaikan suku bunga tersebut upaya mengendalikan lonjakan inflasi akibat dampak negatif dari lonjakan harga spot komoditas. Beberapa harga spot komoditas mengalami turun pada saat The Fed naik, namun diperkirakan potensi melanjutkan rally. Rally harga spot komoditas merespon ketidakpastian perang Russia maupun Ukraina ditambah lagi dengan intervensi negara-negara sekutu. Beberapa negara Uni Eropa pun mendukung untuk berikan sanksi ke Russia atau sejalan dengan pemerintah AS. Diharapkan kabar dari Russia di awal pekan ini berikan informasi untuk melakukan kemerdekaan terhadap Ukraina atau sebaliknya masih melanjutkan kecemasan. Ikut campurnya negara-negara sekutu yang berikan sanksi peluang kecemasan berlangsung lama.
- Pada perdagangan hari ini investor saham tengah menanti rilis data inflasi April yang perkirakan potensi kenaikan inflasi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Selain itu pasca kenaikan suku bunga The Fed peluang suku bunga BI mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga. Dengan mempertimbangkan perkembangan tersebut IHSG pada perdagangan senin potensi melemah atau mengekor dengan bursa eksternal. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak kisaran 7.170-7.295
- Trading BOW : BBTN,BBRI,JSMR,ISAT,BFIN,AGRO,CPRO,MEDC,INCO,ANTM,PALM,TAPG.
|
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian PALM Closed Price : 910 Buy Kisaran : 880-890 Support : 860 Target Jual 1 : 910 Target Jual 2 : 930
AGRO Closed Price: 1.055 Buy Kisaran : 1.020-1.040 Support : 1.000 Target Jual 1 : 1.120 Target Jual 2 : 1.180
MEDC Closed Price: 550 Buy Kisaran : 535-545 Support : 500 Target Jual 1 : 570 Target Jual 2 : 590
DISCLAIMER ON |
BTPS Closed Price: 3.450 Buy Kisaran : 3.300-3.400 Support : 3.200 Target Jual 1 : 3.600 Target Jual 2 : 3.700
SRTG Closed Price: 3.640 Buy Kisaran : 3.600-3.620 Support : 3.550 Target Jual 1 : 3.700 Target Jual 2 : 3.800
AKRA Closed Price: 1.070 Buy Kisaran : 1.040-1.050 Support : 1.000 Target Jual 1 : 1.100 Target Jual 2 : 1.150
DISCLAIMER ON |
DISCLAIMER
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.