Download : DTP 19 April 2022.pdf
  • Berdasarkan pivot  IHSG  maka Support II : 7.200 Support I  : 7.220  sedangkan Resistence I : 7.265  dan Resistence II: 7.300;
  • Aksi Korporasi Emiten : RUPS : DADA, SOSS, WEGE; Cum Dividen BNGA, MFIN,SMCB,UNGTR ; Ex Dividen : EAST, PRDA ; Dist Date Dividen : JPFA, ,BBCA;
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nonmigas mencapai US$25,09 miliar atau naik 28,82 persen dibandingkan Februari 2022.Perdagangan Indonesia pada Maret 2022 kembali mencetak surplus US$4,53 miliar akibat kenaikan ekspor nonmigas yang signifikan pada periode yang sama. kenaikan ekspor nonmigas disumbang oleh sejumlah komoditas yakni bahan bakar mineral, besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati, nikel, dan logam mulia. kenaikan ekspor nonmigas disumbang oleh sejumlah komoditas yakni bahan bakar mineral, besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati, nikel, dan logam mulia. kenaikan ekspor nonmigas disumbangkan dari sejumlah mitra dagang utama yakni China, India, Amerika Serikat, Vietnam, dan Malaysia. Sebaliknya, penurunan ekspor nonmigas terbesar berasal dari Ukraina, Mauritania, Bulgaria, Turki, dan Rusia.
  • Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,5-5,2 persen di kuartal I/2022. Pada April ini Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) akan menyampaikan revisi economic outlook global akibat terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina. Sebelumnya OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global di 2022 berada di 4,5 persen, namun berpotensi turun ke 3,5 persen di tengah tekanan akibat perang Rusia dan Ukraina.
  • Sepanjang perdagangan awal pekan kemarin, IHSG bergerak dikawasan positif yang akhirnya cetak rekor level 7.275 atau rally 39,75 poin. Capital inflow investor asing dengan bukukan pembelian bersih senilai Rp695 miliar. Harga komoditas kembali mengalami penguatan dimulai dari minyak mentah, CPO, dan emas. Sinyal negatif dari meningkatnya geopolitik antara Ukraina maupun Russia yang belum adanya indikasi perdamaian. Meningkatnya tensi krisis akibat perang Ukraina maupun Russia memicu lonjakan inflasi negara berkembang maupun negara maju. Hari ini mata uang rupiah mengalami tekanan depresiasi hingga Rp14.410/dollar AS. Sinyal tersebut memicu harga-harga konsumsi masyarakat meningkat dan turunnya daya beli. Lonjakan inflasi tersebut tidak diiringi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Investor hari ini menanti hasil keputusan Bank Indonesia guna mengambil keputusan suku bunga. Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut IHSG peluang melanjutkan rally kisaran 7.220-7.300
  • Trading BOW :BFIN, ASSA, TINS,ANTM, MEDC,ELSA,INCO,SMRA,CTRABBRI,ANTM.   
 

 

Rekomendasi Saham

Berdasarkan teknikal Harian ANTM Closed  Price : 2.900

Buy Kisaran  : 2.860-2.880

Support : 2.850

Target Jual 1 : 2.970

Target Jual 2 : 3.050

                            

INCO Closed  Price: 8.300

Buy Kisaran  :8.100-8.200

Support : 8.000

Target Jual 1 : 8.700

Target Jual 2 : 9.100

 

SMRA Closed  Price: 715

Buy Kisaran  : 700-705

Support : 690

Target Jual 1 : 735

Target Jual 2 : 760

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

 

CTRA  Closed  Price: 1.005

Buy Kisaran  : 980-1.000

Support : 970

Target Jual 1 : 1.060

Target Jual 2 : 1.100

 

MDKA Closed  Price: 5.700

Buy Kisaran  : 5.550-5.650

Support : 5.500

Target Jual 1 : 5.900

Target Jual 2 : 6.100

 

HRUM Closed  Price: 14.075

Buy Kisaran  : 13.850-14.050

Support : 13.500

Target Jual 1 : 14.700

Target Jual 2 : 15.000

 

DISCLAIMER ON

 

DISCLAIMER

 

The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.

 

top