Download : DTP 18 January 2022.pdf
- Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 6.575 Support I : 6.610 sedangkan Resistence I : 6.695 dan Resistence II: 6.740;
- Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada Desember 2021. Namun, surplus neraca perdagangan nampak menurun di akhir tahun lalu. surplus neraca perdagangan pada bulan laporan sebesar US$ 1,02 miliar. Realisasi ini turun dari surplus neraca perdagangan yang dicetak di bulan November 2021 sebesar US$ 3,51 miliar. surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Desember 2021 ini didorong oleh nilai ekspor yang sebesar US$ 22,38 miliar, atau lebih tinggi dari nilai impor yang sebesar US$ 21,36 miliar. kinerja surplus ini juga didorong oleh surplus dengan beberapa negara mitra dagang. Contohnya, seperti dengan Amerika Serikat (AS) yang mencatat surplus US$ 1,69 miliar, Filipina surplus US$ 672,5 juta, serta India sebesar US$ 548,1 juta.
- News Emiten : Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Diorjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tanggal 13 Januari 2022 memberikan mandat pencabutan larangan ekspor untuk 7 perusahaan pertambangan batu bara dengan 18 kapal yang siap melakukan kegiatan ekspor termasuk di dalamnya adalah PT Adaro Indonesia. PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) menyatakan dana penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 31 Desember 2021 baru digunakan sebesar Rp31, 8 miliar dan sisanya masuk dalam bentuk deposito di Bank CIMB Niaga (BNGA). William Saputra selaku Direktur PT RMK Energy Tbk. (RMKE) menyatakan telah mengurangi kepemilikannya pada saham RMKE pada tanggal 13 Januari 2022. bahwa telah menjual saham RMKE sebanyak 820.900 lembar saham di harga rata-rata Rp302 per saham. Dengan transaksi tersebut William mendapatkan dana sekitar Rp247,9 juta. PT Unilever PLC mengisyaratkan masih akan mengejar kesepakatan bisnis perawatan kesehatan konsumen dengan GlaxoSmithKline (GSK). Langkah perusahaan Inggris itu menyusul penolakan GSK atas tawaran sebelumnya yang sebesar 50 miliar pound atau US$ 68,4 miliar.
- IHSG pada penutupan perdagangan awal pekan dibebani dengan saham-saham BUMN (PTPP, ADHI, WIKA, ANTM, WEGE) hal ini memberatkan bursa Indonesia yang akhirnya ditutup anjlok capai 48,35 poin menuju 6.645. Mata uang rupiah pun mengalami depresiasi dilevel RPp14.330/dollar AS dampak dari lonjakan yield obligasi AS tenor 10 tahun. Kejatuhan IHSG tidak pengaruhi investor asing yang kembali mengakumulasi beli bersih senilai Rp77 miliar. Pagi ini harga spot komoditas yang mengalami lonjaka dimulai CPO, minyak mentah, emas, nickel. Sinyal tersebut perlu diperhatikan untuk akumulasi beli seiring harga spot komoditas mengalami kenaikan yang bisa menguntungkan emiten tersebut. Rilis data ekonomi China dan pemerintah telah menetapkan nama baru calon ibukota Indonesia menjadi nusantara. Sinyal positif tersebut potensi berikan angin segar untuk sektor kontruksi maupun properti. Sinyal perbaikan ekonomi Indonesia pun menjadi menarik untuk sektor perbank. Dengan mempertimbangkan tersebut IHSG peluang menguat kisaran 6.610-6.695.
- Bow : ELSA, MEDC, PTBA, ADRO, INDY, PTRO, AKRA, IRRA.
|
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian ELSA Closed Price : 254 Buy Kisaran : 250-252 Support : 245 Target Jual 1 : 266 Target Jual 2 : 274
ADRO Closed Price: 2.260 Buy Kisaran : 2.210-2.250 Support : 2.200 Target Jual 1 : 2.340 Target Jual 2 : 2.400
IRRA Closed Price: 2.030 Buy Kisaran : 1.980-2.000 Support : 1.960 Target Jual 1 : 2.100 Target Jual 2 : 2.180
DISCLAIMER ON |
MEDC Closed Price: 472 Buy Kisaran : 466-470 Support : 460 Target Jual 1 : 480 Target Jual 2 : 490
AKRAClosed Price: 810 Buy Kisaran : 790-800 Support : 770 Target Jual 1 : 840 Target Jual 2 : 860
PTBA Closed Price: 2.810 Buy Kisaran : 2.780-2.810 Support : 2.750 Target Jual 1 : 2.860 Target Jual 2 : 2.900
DISCLAIMER ON |
DISCLAIMER
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.