Download : DTP 21 Oktober 2021.pdf
- Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 6.590 Support I : 6.625 sedangkan Resistence I : 6.690 dan Resistence II: 6.715;
- Data Covid 19 Di Indonesia hari ini terkonfirmasi tambah sebesar 914 kasus menjadi 4.237.201 kasus, jumlah dirawat menjadi 16.376 orang, yang meninggal tambah 28 orang menjadi 143.077 orang dan jumlah yang sembuh tambah 1.207 pasien sebesar 4.077.748 orang.
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar. Capaian itu melanjutkan tren yang sudah terjadi sejak pertengahan 2020. Neraca perdagangan terakhir kali mengalami defisit pada April 2020 yaitu US$ 380 juta. Lalu mulai Mei 2020 sampai sekarang, neraca perdagangan tak pernah lagi defisit. Surplus US$ 4,37 miliar pada September 2021 dipicu oleh nilai ekspor yang masih melampaui impor. Di bulan tersebut, ekspor mencapai US$ 20,6 miliar dan impor US$ 16,23 miliar. Negara yang memberikan andil surplus terbesar masih sama seperti bulan lalu, yaitu Amerika Serikat, India, dan Filipina. Surplus dengan ketiga negara masing-masing yaitu Amerika US$ 1,57 miliar, India US$ 718 juta, dan Filipina US$ 713 juta.
- Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 1-3 di Jawa-Bali. Perpanjangan itu dilakukan selama dua pekan, terhitung sejak tanggal 19 Oktober hingga 1 November 2021. Sebagian besar kabupaten kota di wilayah Jabodetabek yang seharusnya bisa turun ke level 2 tidak bisa turun level karena cakupan vaksinasi di Kabupaten Bogor dan Tangerang belum mencapai target. 54 kabupaten/kota di level dua dan 9 kabupaten/kota di level 1. Terkait detail mengenai keputusan ini akan dituangkan melalui Inmendagri.
- Menjelang libur seiring memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana sikap investor wait and see akibatnya IHSG hanya ditutup melemah tipis sebesar 2,77 poin menuju 6.655. Aksi beli investor asing kembali melanjutkan pembelian bersih senilai Rp514 miliar. Sinyal beli asing menggambarkan adanya capital inflow di IHSG. Masuknya aliran dana asing mendorong investor untuk ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia peluang membaik pasca musim pandemi virus corona. Mata uang rupiah kian hari menguat ditengah-tengah depresiasi dollar AS. Kabar PPKM yang tetap diperpanjang namun daerah Jawa hingga Bali mengalami penurunan level 2 sebelumnya level 3. Sinyal positif peluang untuk saham-saham berbasis konsumer goods maupun perdagangan potensi mengalami penguatan. Sedangkan untuk harga-harga spot komoditas yang mengalami lonjakan atau rally dimulai dari nickel, timah, emas, CPO dan minyak mentah menjadi sinyal positif sektor emiten berbasis perkebunan, pertambangan. Sinyal positif tersebut potensi mendorong IHSG ke arean positif atau menguji level psikologis 6.700. atau akan bergerak kisaran 6.625-6.715.
- Bow : TINS,ANTM, INCO, LSIP, AALI, ELSA, MEDC, PTPP, ADHI, WIKA, WSKT, BBNI, BMRI.
|
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian TINS Closed Price : 1725 Buy Kisaran : 1.680 - 1.725 Support : 1.650 Target Jual 1 : 1.850 Target Jual 2 : 1.950
INCO Closed Price: 5.050 Buy Kisaran : 4.950-5.025 Support : 4.900 Target Jual 1 : 5.200 Target Jual 2 : 5.350
BUKA Closed Price: 690 Buy Kisaran : 670-680 Support : 650 Target Jual 1 : 720 Target Jual 2 : 740
DISCLAIMER ON |
ANTM Closed Price: 2.530 Buy Kisaran : 2.500-2.530 Support : 2.480 Target Jual 1 : 2.600 Target Jual 2 : 2.650
LSIP Closed Price: 1.420 Buy Kisaran :1.400-1.420 Support : 1.390 Target Jual 1 : 1.500 Target Jual 2 : 1.550
BBNI Closed Price: 7.225 Buy Kisaran :7.175-7.225 Support : 7.150 Target Jual 1 : 7.350 Target Jual 2 : 7.450
DISCLAIMER ON |
DISCLAIMER
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.