DTP PT Anugerah Sekuritas Indonesia 08 September 2021
Download : DTP 08 September 2021.pdf
- Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 6.075 Support I : 6.095 sedangkan Resistence I : 6. 140 dan Resistence II: 6.170;
- Data Covid 19 Di Indonesia hari ini terkonfirmasi tambah sebesar 7.201 kasus menjadi 4.140.634 kasus, jumlah dirawat menjadi 138.630 orang, yang meninggal tambah 683 orang menjadi 137.156 orang dan jumlah yang sembuh tambah 14.159 pasien sebesar 3.864.848 orang.
- Public Expose/RUPS,IPO:SDMU, SBMA, RUNS, RSGK, KIJA, GTSI, CMPP, CMNT; Cum Date Div: MNCN Rp. 8, KEEN USD. 0.00027; Ex Date Cash Div: PMMP Rp. 3, LPCK Rp. 56, SIMP Rp. 3; Recording Date Div: AMAN Rp. O.5, BIRD Rp. 36, ICBP Rp. 215, INDF Rp. 278, KBAG Rp. 0.35; Cum Date Right Issue: BABP Rp. 318 Ratio (1:2); Ex Date Right Issue: BBRI Rp. 3400 Ratio (23:100), BAJA Rp. 500 Ratio (61:180) ; Recording Date Right Issue: BHIT Rp. 173 Ratio (2:11)
- Bursa Efek Indonesia akan dibuka oleh PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) dalam rangka pencatatan saham GTSI di papan utama BEI. GTSI akan menjadi perusahaan tercatat ke-37 yang tercatat di BEI pada tahun 2021. GTSI bergerak pada sektor Energy dengan sub sektor Oil, Gas, and Coal. Adapun Industri dari GTSI adalah Oil & Gas dengan sub industri Oil & Gas Storage & Distribution. Harga penawaran GTSI adalah senilai Rp100,- per lembar saham dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 15.819.142.767 lembar saham, sehingga kapitalisasi pasarnya adalah senilai Rp1.581.914.276.700. Perusahaan yang menjadi penjamin emisi perseroan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
- Cadangan devisa Indonesia hingga akhir Agustus 2021 mencapai 144,8 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan akhir Juli 2021 yang sebesar 137,3 miliar dolar AS, sebut data dari Bank Indonesia (BI). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercatat sebesar US$ 144,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2021 sebesar US$ 137,3 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal itu ditujukan untuk mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi global dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, membangun kepercayaan pelaku ekonomi, dan juga untuk memperkuat cadangan devisa global. Alokasi SDR tersebut didistribusikan kepada negara-negara anggota IMF tanpa biaya.
- Sinyal koreksi beberapa harga spot komoditas salah satu bebani khususnya saham-saham berbasis pertambangan komoditas. Beli beli dalam beberapa hari terakhir memuat pelaku pasar untuk aksi profit taking hal ini menjadi pemberat IHSG yang akhirnya ditutup koreksi sebesar 14,53 poin menuju 6.112. Mata uang Rupiah beberapa hari terakhir catatkan penguatan terhadap dollar AS di level Rp14.136/dollar AS diharap menjadi sentimen positif IHSG. Bursa Indonesia hari potensi koreksi dengan kisaran 6.075-6.170 dipicu sentimen ekternal bursa
- Bow : TOWR, GGRM, HMSP, JPFA, CPIN, IRRA, TBIG, EXCL.
|
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian EXCL Closed Price : 2.640 Buy Kisaran : 2.600-2.620 Support : 2.580 Target Jual 1 : 2.690 Target Jual 2 : 2.740
GGRM Closed Price: 32.850 Buy Kisaran : 32.000-32.500 Support : 31.500 Target Jual 1 : 33.300 Target Jual 2 : 33.900
IRRA Closed Price: 1.755 Buy Kisaran : 1.710-1.730 Support : 1.700 Target Jual 1 : 1.800 Target Jual 2 : 1.860
DISCLAIMER ON |
TOWR Closed Price: 1.345 Buy Kisaran : 1.310-1.330 Support : 1.300 Target Jual 1 : 1.380 Target Jual 2 : 1.420
HMSP Closed Price: 1.045 Buy Kisaran : 1.010-1.035 Support : 1.000 Target Jual 1 : 1.100 Target Jual 2 : 1.150
CPIN Closed Price: 6.275 Buy Kisaran : 6.175-6.200 Support : 6.150 Target Jual 1 : 6.350 Target Jual 2 : 6.450
DISCLAIMER ON |
DISCLAIMER
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.