Download : DTP 20 Agustus 2021.pdf
- Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 5.865 Support I : 5.930 sedangkan Resistence I : 6. 080 dan Resistence II: 6.175;
- Public Expose: AGRS, BALI, BAPA, BMSR, CARE, CASA, DEFI, FMII, PRAS, PTSP, RODA, VICO, YULE; RUPS: AGRS, BALI, BAPA, BMSR, BRNA, CARE, CASA, DEFI, FORU, GGRP, GMFI, HERO, INTD, MDLN, PBRX, PRAS, PTSP, REAL, RODA, SIMM, VICO, YULE; Distribution Cash Dividend: ELSA, LPIN, RDTX ; Right Issue Trading Period: ASJT (18-24 Agustus 2021) H.E Rp125
- Data Covid 19 Di Indonesia hari ini terkonfirmasi tambah sebesar 22.053 kasus menjadi 3.930.300 kasus, jumlah dirawat menjadi 334.752 orang, yang meninggal tambah 1.492 orang menjadi 122.633 orang dan jumlah yang sembuh tambah 29.012 pasien sebesar 3.472.915 orang.
- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Pemerintah melalui Menteri Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 104/PMK.02/2021 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Layanan Uji Validitas Rapid Diagnostic Test Antigen pada Kementerian Kesehatan. Dalam rangka melakukan layanan dimaksud, Menteri Kesehatan melalui Keputusan Nomor 477 Tahun 2021 tentang Laboratorium Penguji Validitas Rapid Diagnostic Test Antigen, menunjuk beberapa laboratorium penguji yang diantaranya merupakan laboratorium lingkup Kementerian kesehatan.Dengan pertimbangan tertentu, tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Uji validitas Rapid Diagnostic Test Antigen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dapat ditetapkan sampai dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0% (nol persen).
- Hari kedua Dow Jones tertekan setelah Bank Sentral AS berikan sinyal negatif akan melakukan pengurangan pembelian obligasi. Sinyal negatif tersebut menekan harga-harga spot komoditas dimulai dari nickel, timah, emas, CPO, minyak mentah dan batubara. Anjloknya harga spot komoditas tersebut setelah pelaku pasar berspekulasi akibat tapering dari Bank Sentral AS. Pengurangan pembelian obligasi AS potensi menurunkan pertumbuhan ekonomi global juga menjalar ke bursa negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Dilihat harga-harga komoditas pada dasarnya telah rally sejak awal bulan tahun ini. Sentimen negatif tersebut potensi menekan saham-saham berbasis komoditas. Dengan mempertimbangkan kabar tersebut IHSG potensi melanjukan penurunan, diharapkan sentimen bank digital bisa mengangkat. IHSG hari ini peluang bergerak kisaran 5.865-6.080
- Bow : TOWR, BTPS, BBRI, ERAA, AGRO, BRIS, HOKI
|
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian ERAA Closed Price 600 Buy Kisaran : 570-580 Support : 550 Target Jual 1 : 1.400 Target Jual 2 : 1.450
AGRO Closed Price: 2.000 Buy Kisaran : 1.920-1.950 Support : 1.900 Target Jual 1 : 2.100 Target Jual 2 : 2.200
TOWR Closed Price: 1.270 Buy Kisaran : 1.210-1.240 Support : 1.200 Target Jual 1 : 1.330 Target Jual 2 : 1.400
DISCLAIMER ON |
ACES Closed Price: 1.450 Buy Kisaran : 1.380-1.400 Support : 1.350 Target Jual 1 : 1.500 Target Jual 2 : 1.580
BTPS Closed Price: 2.660 Buy Kisaran : 2.620-2.640 Support : 2.600 Target Jual 1 : 2.730 Target Jual 2 : 2.800
BBRI Closed Price: 3.880 Buy Kisaran : 3.840-3.850 Support : 3.800 Target Jual 1 : 3.940 Target Jual 2 : 4.000
DISCLAIMER ON |
DISCLAIMER
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.