Download : DTP 06 July 2021.pdf
  • Berdasarkan pivot  IHSG  maka Support II : 5.957  Support I  : 5.985 sedangkan Resistence I : 6.030 dan Resistence II: 6.070;
  • Public Expose: KBLI; RUPS: RELI, HADE, KBLI, BHIT ;  Cum Date Cash Dividend: AMAG Rp50, IMAS Rp.4, IMJS Rp.0.25 ; Ex Date Cash Dividend: TSPC, BAYU, BLUE, TAPG, IDPR ;  Distribution Cash Dividen: SPMA ;  IPO Listing: BMHS (Bundamedik Tbk.) Rp 340 ; Right Issue Trading Period: ENRG (6-14 Juli 2021)
  • Data Covid 19 Di Indonesia hari ini terkonfirmasi tambah sebesar 29.745  kasus menjadi 2.313.829  kasus,  jumlah dirawat menjadi  309.999 orang, yang meninggal tambah 558 orang menjadi 61.140  orang dan jumlah yang sembuh tambah 14.416 pasien sebesar 1.942.690  orang.
  • PT Bundamedik Tbk. (BMHS) dalam rangka pencatatan saham BMHS di papan utama BEI. BMHS akan menjadi perusahaan tercatat ke-24 yang tercatat di BEI pada tahun 2021. BMHS bergerak pada sektor Healthcare dengan sub sektor Healthcare Equipment & Provider. Adapun Industri dan sub industri BMHS adalah Healthcare Providers. Harga penawaran BMHS adalah senilai Rp340,- per lembar saham dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 8.603.416.176 lembar saham, sehingga kapitalisasi pasarnya adalah senilai Rp2.925.161.499.840,-.Penjamin emisi perseroan PT Ciptadana Sekuritas Asia.
  • Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali mendatang akan menghambat pemulihan peritel grosir di Tanah Air sepanjang kuartal III tahun ini. Fitch memprediksi kerugian tersebut dapat pulih pada kuartal IV 2021 seiring dengan percepatan vaksinasi. Pemberlakuan aturan penjarakan sosial yang lebih ketat akan mengurangi pergerakan [masyarakat] secara signifikan karena semua pekerja di sektor yang non-esensial dan non kritikal harus bekerja dari rumah [WFH]. Fitch memperkirakan penjualan ritel nasional melemah di kuartal III 2021 setelah sempat membaik di bulan April dan Mei, mengacu pada data Bank Indonesia, dengan penjualan ritel masing-masing naik 15,6% dan 12,9% secara tahunan (yoy).
  • IHSG pada perdagangan awal pekan kemarin, mengikuti koreksi bursa Asia pada umumnya turun dan kekhawatiran akan PPKM darurat potensi mempengaruhi kinerja emiten. Sentimen tersebut memicu investor asing untuk realisasi aksi jual bersih senilai Rp324 miliar.  IHSG diperkirakan IHSG potensi teknikal rebound dengan kisaran gerak 5.985-6.070. Dengan harapan sektor komoditas merespon positif sejalan dengan penguatan harga nickel, timah, emas, CPO, minyak mentah maupun batubara. Selain itu investor penanti rilis kinerja emiten K1-2021. Dengan pengumuman kinerja emiten berikan sentimen positif ditengah-tengah sepinya kabar positif dari eksternal. Selain itu pelaku pasar pun tengah cemas dengan lonjakan jumlah infeksi virus korona di Indonesia. Lonjakan ini pun mendorong pemerintah untuk memperlambat ekonomi, namun dibalik tersebut beberapa emiten yang diuntungkan dimulai dari pengelolah rumah sakit, penyedia oksigen  maupun penyedia farmasi. Kabar positif dari bank kecil yang ekspansi ke teknologi digital guna menjangkau nasabah.

 

  • Bow : ADRO, DOID, LINK, EXCL, TLKM, NOBU, LPPF, MPPA, PTBA, MNCN, BMTR, BBNI.

 

Rekomendasi Saham

Berdasarkan teknikal Harian

MNCN Closed  Price: 905

Buy Kisaran  : 890-900

Support : 850

Target Jual 1 : 940

Target Jual 2 : 970

 

EXCL Closed  Price: 2550

Buy Kisaran  : 2.520-2.540

Support : 2.450

Target Jual 1 : 2.630

Target Jual 2 : 2.710

 

BBNI Closed  Price: 4.720

Buy Kisaran  : 4.690-4.710

Support : 4.500

Target Jual 1 : 4.820

Target Jual 2 : 4.900

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

LINK Closed  Price: 4.330

Buy Kisaran  : 4.300-4.330

Support : 4.200

Target Jual 1 : 4.450

Target Jual 2 : 4.600

 

TLKM Closed  Price: 2.220

Buy Kisaran  : 2.200-2.220

Support : 2.100

Target Jual 1 : 2.320

Target Jual 2 : 2.430

 

BMTR Closed  Price: 270

Buy Kisaran  : 264-268

Support : 250

Target Jual 1 : 280

Target Jual 2 : 290

 

DISCLAIMER ON

 

DISCLAIMER

 

The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.

top