DTP PT Anugerah Sekuritas Indonesia 18 Febuary 2021


Download : DTP 18 February 2021.pdf
  • Berdasarkan pivot  IHSG  maka Support II : 6.145  Support I  : 6.185 sedangkan Resistence I : 6.300  dan Resistence II: 6.355
  • Cum Date : Cash Dividend XISB Rp2,53/saham  RUPST : JGLE. Cum Date : Stock Split rasio 1 saham banding 4 saham baru
  • Data Covid 19 Di Indonesia hari ini terkonfirmasi tambah sebesar 10.029 kasus menjadi 1.233.959  kasus,  jumlah dirawat menjadi 160.689 orang, yang meninggal tambah 229 orang menjadi 33.596  orang dan jumlah yang sembuh tambah 7.609 pasien sebesar 1.039.674  orang
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan jajaran dewan direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI), dana abadi Indonesia yang bernama Indonesia Investment Authority (INA). pembentukan INA diperintah langsung UU Cipta kerja, kelembagaan kerja jelas sebagaimana diatur dalam PP Nomor 74/2020. INA juga dijamin menjadi institusi profesional yang dilindungi UU dan menggunakan pertimbangan profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya. Pemerintah telah memutuskan untuk menaruh modal awal untuk Sovereign Wealth Fund (SWF) sebesar Rp 75 triliun, di mana Rp 15 triliun berasal dari APBN 2020 dan sisanya Rp 60 triliun akan dilakukan dengan inbreng saham.
  • BEI menyampaikan beberapa emiten yang belum berikan laporan keuangan untuk periode 30 September 2020 dan memberikan surat peringatasn tertulis III dan denda Rp150 juta untuk beberapa emiten antara lain : ARMY, CNKO, COWL, ETWA, FINN, GOLL, KBRI, KRAH, MABA, MTRA, MYRX, NIPS, NUSA, PLAS, RIMO, SIMA, SKYB, SUGI, TELE, TRAM, dan sedangkan TDPM BEI berikan sura peringatan tertulis I.
  • BEI hari ini mensuspen saham yang mengalami lonjakan cukup siginifikat seperti BNBA, TFAS dan HOKI hari ini ex stock split dengan rasio 1 saham baru menjadi 4 saham lama. Pada perdagangan rabu kemarin, IHSG tertekan dengan aksi profit taking sebesar 64,66 poin menuju 6.227 seiring pelaku pasar memanfaatkan kecemasan Dow fut yang bergerak turun maupun mengekor kejatuhan bursa Jepang. Investor merespon negatif setelah dikabarkan Tesla melirik bangun pabrik di India, hal ini memicu aksi profit taking khususnya pada saham ANTM maupun TINS. Kabarnya investor international membeli saham emiten minyak maupun emiten telekomunikasi senilai Rp178 Triliun, diharapkan menjadi angin segar untuk saham-saham berbasis telekomunikasi di Indonesia dimulai dari TLKM, ISAT, EXCL maupun sektor minyak dimulai dari ELSA, MEDC. Selain itu pelaku pasar tengah menanti rilis suku bunga Bank Indonesia (BI), dimana diprediksikan turun kisaran 25-50bps saat ini 7drr dilevel 3,75%. Penantian tersebut diharapkan dapat mempengaruhi sektor perbankan, property, maupun konstruksi. Sedangkan untuk bursa Asia pagi ini yang mengalami teknikal rebound seperti bursa Jepang sedangkan Hongkong masih libur memperingati hari Imlek. Dengan mempertimbangkan hal tersebut kami memperkirakan IHSG peluang teknikal rebound dengan kisaran 6.145-6.300. namun waspada dengan aksi profit taking dimana IHSG membentuk head solder
  • Bow : BBTN, BBRI, TBIG, ELSA, ERAA, PTPP, WSKT, ISAT

 

Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian

TBIG Closed price : 2.140

Buy Kisaran     : 2.080-2.110

Support            : 2.050

Target 1   Jual   :  2.200

Target 2   Jual   :  2.250

 

ELSA  Closed price : 398

Buy Kisaran     : 390-392

Support            : 386

Target 1   Jual   :410

Target 2   Jual   : 440

 

ERAA Closed price : 2.780

Buy Kisaran     : 2.720-2.850

Support            : 2.700

Target 1   Jual   :  2.850

Target 2   Jual   :  2.910

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

BBRI Closed price : 4.630

Buy Kisaran     : 4.580-4.620

Support            : 4.550

Target 1   Jual   : 4.710

Target 2   Jual   : 4.800

 

BBTN Closed price: 1.875

Buy Kisaran      : 1.800-1.850

Support            :  1.780

Target 1   Jual   : 1.950

Target 2   Jual   : 2.000

 

PTPP Closed price : 1.710

Buy Kisaran      : 1.660-1.68

Support             : 1.650

Target 1   Jual   :  1.800

Target 2   Jual   :   1.850

 

DISCLAIMER ON

 

DISCLAIMER

 

The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.

 

 

top