Download : DTP 05 Agustus 2020.pdf
Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 4.980 Support I : 5.030 sedangkan Resistence I : 5.100 dan Resistence II: 5.130
- RUPS : ACES, ANDI, APEX, BCIP, CLAY, DEAL, DFAM, FORZ, INDO, MTPS, PGJO, PURA, SMBR, TPIA ; Public Expose : ACES, ANDI, BCIP, DFAM, MTPS, PURA ; Cum Date Cash Deviden : ABDA Rp. 60, MGRO Rp. 1, PGLI Rp. 1, WIIM Rp. 3,5 ; Expired Date Cash Deviden : AKRA Rp. 50, PBSA Rp. 33, RANC Rp. 28, SMSM Rp. 19, UNVR Rp. 107 ; Distribution Date Stock Split : BELL rasio pemecahan saham 1 : 5 ; Refund IPO : TOYS
- Data Covid 19 Di Indonesia hari ini terkonfirmasi tambah sebesar 1.922 kasus menjadi 115,056 kasus, jumlah dirawat menjadi 37,618 orang, yang meninggal tambah 86 orang menjadi 5,388 orang dan jumlah yang sembuh tambah 1.813 pasien sebesar 72,050 orang.
- Juli 2020 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,95. Dari 90 kota IHK, 61 kota mengalami deflasi dan 29 kota mengalami inflasi. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,17 persen.
- Bursa Jepang pada pembukaan perdagangan rabu ini catatkan pelemahan seiring profit taking. Pelaku pasar tengah menanti sinyal positif dari paket stimulus AS guna mendorong pertumbuhan ekonominya.
- Pada perdagangan hari ini, IHSG peluang menguat atau bergerak kisaran 5.030-5.130. Selain itu pelaku pasar hari ini menanti sinyal data perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tahun 2020. Pada triwulan I tahun 2020 Indonesia catatkan kontraksi capai 2,41% QoQ sedangkan untuk YoY masih tumbuh 2,97%. Investor berspekulasi dengan PDB Indonesia S1-2020, dimana prediksi pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2020 kembali melanjutkan kontraksi lebih buruk sebesar 3,49% QoQ dan 4,61% YoY semua diproyeksikan kontraksi. Sinyal kontraksi dimana sebelumnya negara AS, Uni Eropa pun catatkan kontraksi atau sudah masuk dalam resesi. Diharapkan dengan pelaku pasar kembali optimisme dengan pemulihan ekonomi triwulan III tahun 2020. Ekspektasi pemulihan ekonomi Indonesia sejalan dengan upaya pemerintah meredam kekhawatiran dengan kembali interveksi melalui kebijakan fiskal. Upaya Pemerintah RI untuk menghadapi krisis dengan cara mempercepat dana segar atau bantuan masyarakat khususnya pada UKM dan keringanan pajak untuk usaha maupun pribadi. Perlu diwaspadai dengan konflik antara AS maupun China diharapkan strategi trading lebih amankan uang cash dibandingkan memiliki portopolio. Indikasi yang memberatkan pasar modal dimana harga emas kembali cetak rekor dalam beberapa hari terakhir.
- Bow: BBRI, BBTN, BMRI, KLBF, TINS, ANTM, INCO, MDKA, MEDC, INCO .
|
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian TKIM Closed price : 6.600 Buy Kisaran : 6.400-6.600 Support : 6.000 Target 1 Jual : 6.800 Target 2 Jual : 7.000
ELSA Closed price : 224 Buy Kisaran : 218-224 Support : 214 Target 1 Jual : 230 Target 2 Jual : 240
MDKA Closed price : 1.810 Buy Kisaran : 1.760-1.810 Support : 1.750 Target 1 Jual : 1.900 Target 2 Jual : 1.950
DISCLAIMER |
INKP Closed price : 8.175 Buy Kisaran : 8.000-8.175 Support : 7.800 Target 1 Jual : 8.300 Target 2 Jual : 8.500
ANTM Closed price: 705 Buy Kisaran : 670-705 Support : 650 Target 1 Jual : 725 Target 2 Jual : 750
TINS Closed price : 730 Buy Kisaran : 720-730 Support : 700 Target 1 Jual : 780 Target 2 Jual : 800
DISCLAIMER |
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as suh. There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.